Perayaan Satu Dekade Jejak Backpacker AKADEMI SLOT GACOR

Sepuluh tahun merupakan waktu yang panjang untuk sebuah perjalanan dan Jejak Backpacker telah menempuh perjalanan itu dengan penuh memori baik suka maupun duka. Pada perayaan eksistensi satu dekade Jejak Backpacker, kami memilih untuk berbagi kebahagiaan dan menabur kebaikan bersama adik-adik yatim piatu. Bertempat di Yayasan Al-Khithoh Insani, Jakarta Timur, acara ini menjadi bukti nyata bahwa semangat petualangan bisa berjalan seiring dengan kepedulian sosial.

Acara yang dikomandoi Rossa Linda Ardiningsih sebagai Ketua Komunitas Jejak Backpacker ini, berlangsung hangat dan penuh tawa. Para anggota Jejak Backpacker yang turut datang, tidak hanya hadir untuk bersukacita tetapi juga untuk memberikan inspirasi.

“Acara berlangsung sederhana tapi penuh makna, ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tapi juga refleksi perjalanan kebaikan”, terang Rossa saat ditanya perihal kegiatan di Yayasan Al-Khitoh Insani.

Rossa Linda Ardiningsih atau Kak Ocha saat pembukaan acara Satu Dekade JBRossa Linda Ardiningsih atau Kak Ocha saat pembukaan acara Satu Dekade JB
Rossa Linda Ardiningsih atau Kak Ocha saat pembukaan acara Satu Dekade JB

Rossa atau yang biasa disapa Kak Ocha, juga berharap di masa depan semakin banyak kolaborasi yang dapat dilakukan untuk memberikan dampak yang lebih besar dari Komunitas Jejak Backpacker terhadap masyarakat luas.

“Semoga dari satu dekade ini, lahir semangat baru untuk melangkah ke dekade berikutnya dengan lebih banyak kolaborasi, lebih luas dampaknya, dan lebih kuat rasa pedulinya. Kegiatan seperti ini menjadi pengingat penting bahwa kebaikan bisa tumbuh dari hal-hal sederhana, asalkan dilakukan bersama dan dengan niat yang tulus”, imbuhnya.

Intip Komunitas Jejak Backpacker

Bagi generasi muda, Jejak Backpacker merupakan contoh nyata bahwa minat dan hobi bisa diwujudkan menjadi sesuatu yang lebih besar. Komunitas ini membuktikan bahwa traveling bukan hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga tentang belajar, beradaptasi, dan memberikan dampak positif.

Sebagai Ketua Komunitas Jejak Backpacker yang menjabat saat ini, Rossa membawa visi untuk menjadikan komunitas ini tidak hanya sebagai wadah eksplorasi dan petualangan, tetapi juga sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan semangat menjelajah dengan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama.

Pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatuPemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu
Pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu

“Visi saya ke depan adalah untuk mewujudkan komunitas pejalan yang berkarakter, peduli sosial, dan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Saya percaya bahwa perjalanan terbaik bukan hanya tentang tempat yang dituju, tapi tentang makna yang dibawa pulang dan itulah yang selalu saya tanamkan dalam setiap langkah Jejak Backpacker ke depan”, terangnya.

Kilas Balik Satu Dekade Jejak Backpacker

Founder Jejak Backpacker, Bang Alley dalam sesi sambutan Satu Dekade Jejak BackpackerFounder Jejak Backpacker, Bang Alley dalam sesi sambutan Satu Dekade Jejak Backpacker
Founder Jejak Backpacker, Bang Alley dalam sesi sambutan Satu Dekade Jejak Backpacker

Satu dekade bukanlah waktu yang singkat. Jejak Backpacker Indonesia, yang kini dikenal luas sebagai komunitas pegiat alam dan kanal YouTube dengan jutaan pengikut, memiliki perjalanan yang berliku sebelum mencapai posisinya saat ini. Sang founder, Ali Amin Darojat, atau akrab disapa Bang Alley, membagikan kisah inspiratif di balik keberadaan Jejak Backpacker.

Awal Mula yang Tak Terduga

Semua bermula dari sebuah akun repost Instagram. “Berawal dari akun repost yang diberi nama @jejakbackpacker yang awalnya milik teman yang berprofesi sebagai polisi di Bali,” kenang Bang Alley.

Akun tersebut kemudian ditawarkan kepadanya untuk dikelola. Meskipun awalnya Bang Alley juga sibuk, ia dan temannya sepakat untuk mengelola akun tersebut bersama-sama. Namun, seiring waktu, hanya Bang Alley yang lebih aktif memposting. Dari sanalah benih-benih komunitas mulai tumbuh. “Dari situ banyaklah follower-follower yang ingin bergabung dan mengenal lebih dekat dengan JB,” ujarnya.

Setelah sempat “mati suri” karena kurang konsisten, Bang Alley memutuskan untuk membentuk sebuah komunitas dengan nama yang sama, Jejak Backpacker. Aktivitas perdana mereka adalah kopi darat (kopdar) bersama teman-teman, yang kemudian berlanjut ke pendakian bersama di tahun 2017.

Petualangan, Kemanusiaan, dan Kreativitas

Sejak pendakian pertama di 2017, Jejak Backpacker semakin aktif dengan berbagai kegiatan positif. Salah satu capaian terbesarnya adalah dalam bidang kemanusiaan. Mereka aktif dalam penggalangan dana untuk bencana alam, seperti gempa Lombok, tsunami Banten, Palu & Donggala, gempa bumi Cianjur, hingga banjir bandang Sukabumi. “Capaian terbesar yang didapat sejauh ini selain membantu kepada sesama, mendapatkan keluarga baru, pengalaman berpetualang ke alam bebas dan mengenal orang-orang besar yang sebelumnya tidak kami kenal,” tutur Bang Alley.

Tak hanya itu, di tahun 2020, Jejak Backpacker melebarkan sayap ke dunia digital. “Berlanjut di bulan Juni tahun 2020 sebagai pemasukan kas yang selama ini kami dapat dari hasil berjualan kaos yang keuntungannya kami masukkan ke kas yang dirasa masih kurang, akhirnya saya coba mencari peruntungan di dunia creator dengan menjadikan JB sebagai creator di YouTube channel yang hingga saat ini sudah mencapai 1 juta lebih subscriber.” Ini menjadi langkah besar yang membawa Jejak Backpacker dikenal oleh khalayak yang lebih luas.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Melihat perjalanan Jejak Backpacker selama satu dekade, Bang Alley memiliki harapan besar untuk masa depan. “Harapan ke depannya semoga JB bisa lebih maju lagi dengan konten-kontennya di channel YouTube dan dengan aksi-aksi sosialnya di komunitas juga kekompakan tim agar lebih dikenal banyak di masyarakat.”

Namun, di balik semua kesuksesan, tantangan selalu ada. Tantangan terbesar yang dihadapi Bang Alley dalam mengelola Jejak Backpacker adalah koordinasi tim. “Tim yang hampir keseluruhan bekerja menjadikan JB susah untuk bertemu bahkan hanya untuk sekedar kopdar, semua pembahasan lebih banyak lewat grup WhatsApp, menjadikan kami sedikit terkendala dalam mengembangkan atau mengadakan suatu kegiatan,” ungkapnya. Meskipun demikian, mereka berhasil mengatasi hambatan tersebut dan terus berkembang.

Jejak Backpacker adalah bukti nyata bahwa sebuah inisiatif kecil bisa tumbuh menjadi sesuatu yang besar dan berdampak positif, baik bagi lingkungan maupun masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan konsistensi, mereka terus menjelajahi alam, berbagi kebaikan, dan menginspirasi jutaan orang melalui konten-konten mereka.

Dalam rangka satu dekade Jejak Backpacker ini, kalau sobat Jpackers punya komentar baik itu berupa doa, support atau apapun itu, silahkan tinggalkan pesannya di kolom komentar ya!

akademi slot gacor

Updated: December 8, 2025 — 7:27 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *