Kebakaran hebat melanda kawasan Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
Menurut laporan BPBD NTB, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.15 WITA. Petugas bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan untuk mengendalikan api dan mencegahnya merambat lebih luas.
Dampak kebakaran cukup besar. Sejumlah rumah adat dan bangunan yang menjadi bagian dari kawasan Desa Adat Sade ikut terdampak.
75 Rumah Adat dan 69 Art Shop Terdampak
Berdasarkan pendataan awal sektor kebudayaan yang dilakukan Dinas Kebudayaan Provinsi NTB bersama Balai Pelestarian Kebudayaan NTB, terdapat sejumlah aset penting yang terdampak kebakaran.
Data tersebut mencatat 75 unit rumah tradisional atau rumah adat serta 69 unit art shop. Selain itu, kebakaran juga berdampak pada sejumlah fasilitas kawasan adat, seperti satu masjid, empat berugak sekenam besar, enam berugak sekepat, delapan lumbung alang, satu Bale Beleq, toilet umum wisatawan, gerbang Desa Adat Sade, dan pelonggo.
Jika seluruh kategori dalam pendataan awal tersebut dijumlahkan, terdapat 167 unit atau objek terdampak. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan pendataan awal dan dapat berubah setelah asesmen lapangan dilakukan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah juga mencatat sekitar 120 kepala keluarga atau 320 jiwa terdampak dalam laporan awal kejadian.
Penyebab Kebakaran Desa Adat Sade Masih Diselidiki
Sampai saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
BPBD NTB menyebut penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Karena itu, berbagai dugaan yang beredar belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai sumber api.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga menyampaikan bahwa karakteristik bangunan tradisional dengan atap ilalang membuat api dapat menjalar dengan cepat. Meski demikian, penyebab awal munculnya api masih harus menunggu hasil identifikasi lebih lanjut.
Kebakaran Berdampak pada Kawasan Budaya Sade
Kebakaran ini menjadi pukulan besar bagi masyarakat Sade karena kawasan tersebut memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Sasak.
Bangunan yang terdampak tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Sebagian kawasan juga menjadi ruang aktivitas ekonomi dan pariwisata masyarakat, termasuk melalui keberadaan puluhan art shop.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah kini menyiapkan langkah penanganan dan penataan kembali kawasan Desa Wisata Sade. Penataan tersebut akan mempertimbangkan tata ruang permukiman, akses penanganan keadaan darurat, serta penggunaan material bangunan dengan tetap menjaga nilai adat dan budaya masyarakat setempat.
Sementara itu, pemerintah daerah dan BPBD terus melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak. Wakil Gubernur NTB bersama Kepala Pelaksana BPBD NTB juga telah meninjau langsung lokasi kebakaran pada Minggu, 23 Agustus 2026 untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.