Misteri Pendaki Hilang di Gunung dan Belum Ditemukan! AKADEMI SLOT GACOR

Belakangan ini Indonesia sedang ramai dengan kasus almh. Vina yang sudah 8 tahun belum selesai. Semua elemen masyarakat mendadak menjadi detektif yang mencoba untuk membantu memecahkan kasus tersebut dengan berbagai cara yang ada.

Tapi tahukah kalian JPackers kalau di kalangan pendaki gunung juga pernah terjadi kasus pendaki hilang yang membuat geger Indonesia.

Kejadian tersebut sampai membuat berbagai pihak mencoba ikut mencari korban lewat berbagai cara. Entah dengan cara normal maupun dengan cara gaib.

Berikut penulis lansir 3 diantaranya:

Surya Ibrahim Dompas (Pendaki Hilang di Gunung Gede, 1989)

Foto terkahir Almarhum Surya Ibrahim DompasFoto terkahir Almarhum Surya Ibrahim Dompas
Foto kenangan Almarhum Surya Ibrahim Dompas

Almarhum Surya yang kala itu masih remaja kelahiran Oktober 1971, dinyatakan hilang di Gunung Gede pada November 1989. Surya yang merupakan anggota SISPALA WerdiBhuwana SMAN 82 Jakarta, pada saat itu mendaki bersama 16 orang lainnya.

Pendakian kala itu sebagai bentuk permintaan maaf Surya kepada adik – adik angkatannya karena tidak bisa menghadiri pelantikan para juniornya tersebut.

Singkat cerita, mereka memulai pendakian pada pukul 00.30 WIB via jalur Cibodas. Karena merasa masih kelelahan dan mengalami cedera ankle saat berlatih bela diri Judo di Taiwan, Surya memilih untuk melanjutkan perjalanan pada saat pagi, Ia ditemani Hary Judianto, Hendra Utama dan Juliana memutuskan beristirahat di Pos Panyangcangan. Sedangkan tim lain melanjutkan perjalanan menuju Puncak Gede.

Saat tim lain sudah sampai di Puncak Gede sekitar pukul 05.30 WIB, dan sudah melakukan berbagai aktivitas sambil menunggu Surya dan yang lain. Tapi sampai pukul 12.00 WIB atau sekitar 6 jam berlalu mereka belum juga tiba di Puncak. Hal ini membuat tim lain memutuskan untuk turun ke Pos Kandang Badak.

Tim yang turun dari puncak sempat berpapasan dengan tim Surya pada pukul 13.30 WIB di Tanjakan Setan. Mereka berusaha mengajak tim Surya untuk turun karena kondisi cuaca yang mulai mendung dan waktu sudah menjelang sore. Tapi hanya Juliana yang ikut turun, sementara Surya, Hary, dan Hendra lanjut naik ke Puncak.

Sekitar pukul 14.00 WIB tim Surya tiba di Puncak Gede kemudian Hendra dan Hary memutuskan untuk ikut turun dengan rombongan lain via jalur Cibodas sedangkan Surya memutuskan ingin lanjut menuju alun – alun Suryakencana kemudian turun via jalur Gunung Putri.

Karena tahu kalau Surya sudah sering melewati jalur Putri maka Hary dan Hendra membiarkannya walaupun Surya dalam kondisi yang tidak fit dan logistik yang minim. Mereka bertiga berpisah di pohon pertama setelah puncak yang kemudian menjadi saat terakhir mereka melihat Surya Ibrahim Dompas.

Saat tim lain sudah kembali ke sekolah untuk persiapan UTS, Surya masih belum terlihat. Akhirnya diputuskan untuk melakukan pencarian, tapi setelah sehari dilakukan pencarian berskala kecil tepat pada 28 November 1989 Surya dinyatakan hilang.

30 tim yang terdiri dari 160 orang personil (catatan Herry ‘Macan’ Heryanto) dikerahkan untuk mencari Surya. Namun sampai waktu 2 bulan pencarian tim masih belum menemukan titik terang mengenai keberadaan Surya, malah tim SAR menemukan jasad – jasad pendaki lain dan sama sekali tidak ada yang mirip dengan Surya.

Sampai banyak spekulasi beredar bahwa Surya diambil oleh Kerajaan gaib Surya Kencana karena Putri Kerajaan menyukainya. Sampai saat ini 35 tahun berlalu keberadaan Surya Ibrahim Dompas masih belum diketahui rimbanya.

Yudha Sentika (Gunung Kerinci, 1990)

Tugu Yudha Sentika Gunung KerinciTugu Yudha Sentika Gunung Kerinci
Tugu Yudha Sentika Gunung Kerinci (Dok. Kaskus ilhamcuber)

Tugu Yudha, tugu yang terletak antara Shelter 3 dan Puncak Indrapura ini cukup terkenal di kalangan pendaki. Tugu ini merupakan memoriam yang dibuat untuk mengenang seorang pendaki asal ELPALA SMAN 68 Jakarta berusia 17 tahun yang hilang di Gunung Kerinci.

Yudha bersama 6 temannya melakukan summit attack di Gunung Kerinci pada tanggal 23 Juni 1990. Mereka membawa perlengkapan dan persiapan yang matang dan memadai.

Pada pukul 03.00 WIB Yudha dan tim memulai pendakiannya menuju puncak dengan kondisi cuaca yang cukup normal. Namun setengah perjalanan berlalu, cuaca menjadi tidak bersahabat. Setelah berdiskusi mereka akhirnya memutuskan melanjutkan perjalanan ke puncak.

Mereka pun tiba satu persatu di puncak dengan Yudha yang menjadi orang pertama. Mereka pun melakukan ritual berfoto – foto sebagai kenangan, tapi Yudha berteriak kalau beliau akan turun karena sudah mulai kedinginan. Yudha kemudian melempar tas ranselnya kepada teman – temannya kemudian berlari turun.

Salah seorang temannya yang bernama Agus berteriak meminta Yudha untuk menunggu tapi tidak didengarkan. Sebagai ketua kelompok Agus yang khawatir kemudian menyusul Yudha yang kemudian diikuti oleh Febby dan yang lainnya setelah selesai berkemas.

Kabut tebal mengiringi jalan turun mereka yang membuat mereka hanya bisa melihat 1 – 2 meter ke depan. Febby yang berhasil mengejar Agus yang sedang berhenti kemudian bertanya mengenai keberadaan Yudha. Tapi Agus kemudian menjelaskan bahwa dia berhenti karena kehilangan jejak Yudha dan ragu jalur yang ia lalui benar atau tidak.

Diketahui bahwa Yudha menempuh jalur yang salah bahkan cenderung curam. Rombongan memutuskan untuk berpencar mencari jalur yang benar hingga akhirnya Febby melihat botol air mineral yang mereka gantung untuk menandai jalur. Dengan perasaan campur aduk dan sebagian rombongan yang kedinginan mereka terpaksa memutuskan turun.

Keesokan harinya Indra dan Febby menginformasikan ke petugas bahwa Yudha hilang dan mencari bantuan. Sementara Agus dan yang lain kembali mencari Yudha. Kabar hilangnya Yudha akhirnya sampai ke sekolah yang kemudian mengutus Yoga dan Bama sebagai senior dan membentuk tim khusus untuk mencari Yudha.

Berbagai pihak turut serta dalam pencarian termasuk dari personel TNI/Polri. Namun Yudha tetap tidak bisa ditemukan. Jejak yang ditinggalkan hanya sebuah kupluk di area sekitar puncak gunung. Sampai akhirnya pencarian diputuskan untuk dihentikan. Ada kisah mistis saat pencarian seperti terdengarnya suara tabuhan gendang, sehingga tersiar isu kalau Yudha diculik oleh orang Bunian (makhluk mistis Gunung Kerinci).

Sampai saat ini hampir 34 tahun berlalu Yudha Sentika masih belum berhasil diketemukan.

Reni Komalasari (Gunung Cikuray, 2009)

14 tahun lalu tepatnya bulan Desember 2009 seorang pendaki perempuan asal Tangerang bernama Reni Komalasari dinyatakan hilang di Gunung Cikuray.

Ia saat itu melakukan pendakian bersama 12 orang temannya, Reni yang pada saat itu tertinggal dari rombongan akhirnya dibantu warga di kaki gunung untuk diantar menuju puncak Cikuray.

Reni pada akhirnya berhasil bertemu dengan teman – temannya di puncak gunung dibantu oleh warga. Setelah puas menghabiskan waktu di puncak, rombongan yang dibagi menjadi dua kelompok kemudian mulai turun. Delapan orang turun terlebih dulu sementara Reni bersama 4 orang temannya turun belakangan.

Saat melintasi jalur Bayongbong, Reni berhenti karena merasa lelah. Tiga teman Reni kemudian mencari sumber air sementara Reni menunggu bersama Asep. Karena khawatir tiga temannya belum juga kembali, Asep memutuskan pergi mencari, sementara Reni menunggu sendirian.

Saat sedang mencari temannya, tanpa diduga Asep mendengar samar – samar teriakan Reni meminta tolong. Asep yang gagal menyusul temannya kemudian kembali ke posisi terakhir Reni berada, namun Reni sudah menghilang.

Asep kemudian mencari Reni sendirian dan malah bertemu dengan tiga temannya yang mencari air. Mereka juga mendengar teriakan Reni meminta tolong.

25 hari berselang barulah orang tua Reni melapor kepada kepolisian setelah teman – teman Reni yang melakukan pencarian secara mandiri gagal dan tidak melaporkannya ke aparat terkait. 150 personel yang terdiri dari TNI/Polri dan berbagai unsur pecinta alam kemudian dikerahkan untuk mencari Reni.

Radius pencarian bahkan diperluas hingga 60 km2 dari lokasi korban diduga tersesat. Namun sudah 7 hari berselang Reni tidak kunjung ditemukan sampai akhirnya proses pencarian dihentikan.

Hingga saat ini Reni Komalasari belum ditemukan.

Nah JPackers, kasus hilangnya para pendaki ini bukan melulu menjadi kisah horor namun juga banyak pelajaran di dalamnya. Jangan pernah meninggalkan anggota rombongan sendiri walaupun ilmu pendakiannya sudah terbilang senior.

Segera melapor kepada aparat terkait jika ada anggota rombongan yang tersesat atau hilang.

Yang paling penting sob, persiapkan diri sebaik mungkin dan pilihlah rekan mendaki yang tidak akan pernah meninggalkan temannya sendirian.

Editor: IG

akademi slot gacor

Updated: December 8, 2025 — 6:17 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *